BLORA – Pembangunan kembali Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami keterlambatan. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp30 miliar dari APBN itu seharusnya rampung pada pertengahan Juli 2026.
Namun hingga jadwal tersebut berakhir, pembangunan belum selesai. Pihak pelaksana kemudian mengajukan tambahan waktu selama 30 hari untuk menuntaskan pekerjaan. (detikcom)
Tim Leader Manajemen Konstruksi proyek Pasar Ngawen, Yana Nuryana, mengatakan progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen. Pekerjaan yang masih berjalan antara lain pemasangan atap, finishing serta instalasi mekanikal, elektrikal dan plumbing.
"Secara kontrak awal seharusnya selesai 14 Juli. Kemudian ada kebutuhan tambahan waktu selama 30 hari untuk penyelesaian pekerjaan," ujar Yana.
Keterlambatan disebut salah satunya dipengaruhi pasokan material. Menurut pihak manajemen konstruksi, sejumlah proyek yang dikerjakan secara bersamaan membuat kebutuhan material tertentu mengalami keterlambatan pengiriman.
Kondisi tersebut berdampak pada pekerjaan di lapangan karena material yang terlambat membuat pengerjaan ikut tertunda.
Kontraktor Kena Denda
Keterlambatan pengerjaan juga berdampak pada kewajiban denda bagi kontraktor. Besarannya disebut mencapai Rp30 juta setiap hari, berdasarkan perhitungan 1 persen dari nilai kontrak Rp30 miliar. (detikcom)
Untuk mengejar target penyelesaian, pekerjaan terus dipercepat. Sejumlah pekerja bahkan melakukan lembur hingga malam hari.
"Faktor percepatan adalah material, pekerja dan waktu. Untuk waktu, kami melakukan lembur malam, rata-rata sampai pukul 22.00," jelas Yana.
Pembangunan kembali Pasar Ngawen dilakukan setelah pasar sebelumnya mengalami kebakaran pada Januari 2024. Peristiwa tersebut menghanguskan ratusan lapak pedagang dan menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp30,6 miliar. (detikcom)
Pasar baru tersebut diharapkan segera selesai sehingga aktivitas perdagangan masyarakat Ngawen dapat kembali berjalan dengan lebih layak.
Pemkab Blora sebelumnya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pembangunan kembali pasar tersebut. Proyek pembangunan ulang Pasar Ngawen kemudian mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat. (beritajateng.id)